{"id":1770,"date":"2026-09-25T01:46:41","date_gmt":"2026-09-25T01:46:41","guid":{"rendered":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/?p=1770"},"modified":"2026-10-03T02:18:38","modified_gmt":"2026-10-03T02:18:38","slug":"stai-salafiyah-bangil-ikuti-penguatan-kompetensi-penelitian-dosen-ptkis-kopertais-wilayah-iv-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/?p=1770","title":{"rendered":"STAI Salafiyah Bangil Ikuti Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen PTKIS Kopertais Wilayah IV Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<p>Sidoarjo, 24 September 2026 \u2014 Upaya memperkuat budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terus dilakukan oleh STAI Salafiyah Bangil. Hal tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan dalam kegiatan Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Wilayah IV Jawa Timur Tahap 2 yang dilaksanakan di GreenSA Inn UIN Sunan Ampel, Sidoarjo, Kamis (24\/09\/2026).<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00\u201316.30 WIB tersebut diikuti oleh perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di lingkungan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur. STAI Salafiyah Bangil hadir melalui Munawwaroh, M.Pd., selaku Wakil Ketua I STAI Salafiyah Bangil, dan Surotul Lubna, ME., selaku LP2M STAI Salafiyah Bangil.<\/p>\n<p>Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membuka wawasan dosen mengenai arah pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta peluang pendanaan penelitian di lingkungan PTKIS.<\/p>\n<p><strong>Riset Harus Linier dan Berkelanjutan<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu materi utama disampaikan oleh Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, dengan tema \u201cMemperkuat Eksistensi PRKI Berdampak melalui Riset, PKM &amp; Publikasi Ilmiah.\u201d<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, Dr. Nur Kafid menekankan pentingnya dosen membangun penelitian yang linier dengan bidang keahlian dan mata kuliah yang diampu. Penelitian juga tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi perlu dikembangkan secara berkelanjutan dan konsisten pada bidang tertentu sehingga menghasilkan rekam jejak akademik yang kuat.<\/p>\n<p>Pengabdian kepada masyarakat juga didorong agar tidak hanya bersifat kegiatan sosial, tetapi memiliki keterkaitan dengan hasil riset. Dengan demikian, kegiatan pengabdian dapat memberikan solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat sekaligus memiliki dasar akademik yang kuat.<\/p>\n<p><strong>Mahasiswa Juga Perlu Didekatkan dengan Riset<\/strong><\/p>\n<p>Hal menarik lainnya adalah dorongan agar proses pembelajaran di kelas semakin dekat dengan hasil penelitian. Model pembelajaran berbasis makalah, misalnya, tidak berhenti pada tugas menulis, tetapi mahasiswa diarahkan untuk mencari referensi dari hasil penelitian dan riset yang membahas problem nyata.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan tersebut, kegiatan perkuliahan diharapkan tidak hanya menghasilkan tugas akademik, tetapi juga melatih mahasiswa membaca persoalan, menemukan referensi ilmiah, dan memahami bagaimana penelitian digunakan untuk menjawab suatu masalah.<\/p>\n<p>Perkembangan metode penelitian juga perlu terus diperbarui. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan kajian etnografi dan penelitian lapangan, sehingga metode penelitian dapat mengikuti perubahan zaman dan karakter masyarakat yang semakin terdigitalisasi.<\/p>\n<p><strong><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1.jpg\" alt=\"\" width=\"810\" height=\"478\" \/>Proposal Penelitian Harus \u201cMenjual\u201d Gagasan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam pembahasan mengenai hibah penelitian, peserta mendapatkan gambaran mengenai tahapan pengajuan bantuan penelitian, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi dan similarity, penetapan nominasi, seminar proposal, pencairan dana, proses penelitian, laporan hasil antara, seminar hasil, hingga penyerahan output atau luaran.<\/p>\n<p>Hal yang menjadi perhatian penting adalah bagaimana dosen mengisi bagian-bagian inti proposal secara menarik sehingga mampu membuat editor atau reviewer tertarik membaca lebih lanjut.<\/p>\n<p>Beberapa bagian yang perlu mendapatkan perhatian khusus antara lain latar belakang, urgensi dan kebaruan penelitian, serta metode penelitian. Proposal tidak hanya harus lengkap secara administratif, tetapi juga harus mampu menunjukkan mengapa penelitian tersebut penting dilakukan dan apa kebaruan yang ditawarkan.<\/p>\n<p><strong>Publikasi Ilmiah Tidak Bisa Dibangun Secara Instan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam materi tersebut juga disampaikan bahwa dosen perlu terus memperbarui pemahaman mengenai perkembangan publikasi ilmiah. Publikasi tidak seharusnya hanya dilakukan untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi perlu memperhatikan tujuan, kualitas, kebermanfaatan, dan luaran yang dapat dibuktikan.<\/p>\n<p>Peserta juga mendapatkan motivasi untuk tidak menganggap publikasi Scopus semata-mata sebagai sesuatu yang mahal. Salah satu strategi yang ditekankan adalah mempersiapkan dan menulis artikel jauh-jauh hari, karena proses publikasi membutuhkan waktu yang tidak singkat.<\/p>\n<p>Selain itu, disampaikan pula perkembangan pengelolaan jurnal, termasuk bahwa dalam ketentuan terbaru yang dibahas dalam kegiatan tersebut, peringkat jurnal SINTA berada pada rentang SINTA 1 sampai SINTA 4, sehingga pengelola jurnal perlu terus meningkatkan kualitas dan tata kelola jurnalnya.<\/p>\n<p><strong>Penelitian Harus Menghasilkan Dampak<\/strong><\/p>\n<p>Arah penelitian PTKIS juga semakin diarahkan pada penelitian yang memiliki dampak nyata dan potensi hilirisasi. Artinya, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen atau publikasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berpotensi membuka peluang pendanaan maupun kerja sama dengan mitra.<\/p>\n<p>Karena itu, dosen didorong untuk membangun penelitian secara konsisten, menentukan fokus dan <em>scope<\/em> kajian secara jelas, termasuk membatasi kajian-kajian berbasis <em>turats<\/em> maupun bidang kajian lainnya agar penelitian memiliki arah yang lebih spesifik.<\/p>\n<p>Penguatan kualitas jurnal juga menjadi bagian penting. Pendampingan jurnal diharapkan melibatkan dosen PTKIS secara aktif. Bahkan, pengelola jurnal juga didorong untuk tetap produktif menulis karena aktivitas publikasi para editor dan pengelola menjadi salah satu bagian dari penguatan kualitas rumah jurnal.<\/p>\n<p><strong>Menyiapkan Diri Menghadapi Peluang Pendanaan<\/strong><\/p>\n<p>Kegiatan ini juga memberikan informasi mengenai peluang pendanaan penelitian. Selain melalui Litapdimas, dosen dapat memanfaatkan sumber pendanaan lainnya yang tersedia. Peserta juga memperoleh informasi bahwa pendaftaran Litapdimas 2027 direncanakan dibuka pada Desember 2026 dengan proses yang lebih selektif, sehingga persiapan proposal perlu dilakukan sejak jauh-jauh hari.<\/p>\n<p>Berbagai informasi tersebut menjadi bekal penting bagi STAI Salafiyah Bangil untuk mempersiapkan dosen dan lembaga dalam mengembangkan penelitian yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak.<\/p>\n<p>Keikutsertaan Munawwaroh, M.Pd. dan Surotul Lubna, ME. dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membawa hasil pembelajaran dan informasi yang diperoleh ke lingkungan STAI Salafiyah Bangil, khususnya dalam penguatan fungsi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, semangat yang dibangun dalam kegiatan ini bukan sekadar \u201cmeneliti untuk memenuhi kewajiban\u201d, tetapi bagaimana riset dapat menjadi bagian dari pengembangan keilmuan, pembelajaran, pengabdian, publikasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sidoarjo, 24 September 2026 \u2014 Upaya memperkuat budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terus dilakukan oleh STAI Salafiyah Bangil. Hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1781,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"class_list":["post-1770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1770"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1778,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1770\/revisions\/1778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staisalafiyahbangil.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}