Bangil, 27 September 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salafiyah Bangil sukses menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) 2025 dengan mengusung tema “Dari Kampus Pesantren Menuju Peradaban Berintegritas”. Acara ini berlangsung pada Jumat, 26 September 2025, di Aula STAI Salafiyah Bangil, dengan dua sesi kegiatan yang diikuti secara luring dan daring.

Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan mahasiswa kating Sekolah Tinggi Agama Islam Salafiyah Bangil. Panitia pelaksana berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Salafiyah Bangil.

Sesi Pertama: Seremonial & Wawasan Akademik

Rangkaian acara sesi pertama dimulai pukul 13.00 WIB dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne STAI Salafiyah Bangil oleh tim paduan suara kampus. Sambutan disampaikan oleh Ketua STAI, perwakilan Senat, serta Ketua Yayasan Salafiyah Bangil.

Dalam sambutannya, Neng Hj. Najmah Zahiroh, S.Pd.I, selaku Ketua Yayasan Salafiyah Bangil menekankan pentingnya pendidikan pesantren dalam membentuk generasi berkarakter dan berintegritas. “Kampus pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan insan-insan yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh akidah, mulia akhlaknya, dan tangguh mentalnya. Dengan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan karakter, kita berharap dapat mencetak generasi yang siap membangun peradaban berintegritas,” ungkapnya.

Momen penting berlangsung saat pengukuhan mahasiswa baru melalui prosesi pemakaian almamater oleh Ketua Yayasan kepada perwakilan mahasiswi baru, yang kemudian diikuti oleh seluruh mahasiswa baru STAI Salafiyah Bangil. Acara berlanjut dengan ceramah akademik oleh Rektor Universitas Zainul Hasan (UNZAH) Genggong, Assoc. Prof. Dr. Abdul Aziz Wahab, CH., CHT., BA., M.Ag.

Dalam ceramahnya yang bertajuk “Karakter Mahasiswi Berbasis Pesantren”, beliau menegaskan pentingnya keseimbangan antara kecakapan akademik dan karakter Islami. “Mahasiswi harus mampu menjaga jati diri sebagai insan akademis sekaligus pribadi yang berakhlak. Karakter pesantren seperti keikhlasan, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian sosial adalah bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Selain itu, sesi pertama juga diisi dengan wawasan akademik dan wawasan kebangsaan oleh dosen STAI Salafiyah Bangil, pengenalan profil prodi oleh Kaprodi MPI dan Ekos, serta doa penutup. Suasana semakin hangat dengan adanya ice breaking yang diselipkan setelah ceramah akademik.

 

Sesi Kedua: Kreativitas & Kolaborasi

Memasuki pukul 19.30 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi kedua yang lebih interaktif. Dimulai dengan perkenalan dosen, dilanjutkan sambutan perkenalan BEM, Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) MPI, dan HMP Ekos.

Mahasiswa baru juga terlibat dalam kegiatan kolaboratif, bincang dan testimoni mahasiswa, hingga pentas seni mahasiswa yang menampilkan kreativitas mahasiswi STAI Salafiyah Bangil. Sebagai penutup, diumumkan pemenang lomba internal mahasiswa baru dan dibagikan hadiah kepada para peserta.

Antusiasme & Harapan ke Depan

Kegiatan PBAK 2025 ini berlangsung dengan penuh antusiasme, baik dari mahasiswa baru maupun mahasiswa senior yang mendampingi. Kehadiran Rektor UNZAH memberikan motivasi sekaligus mempererat hubungan antarperguruan tinggi Islam dalam menguatkan budaya akademik berbasis pesantren.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru STAI Salafiyah Bangil tidak hanya mengenal budaya akademik kampus, tetapi juga mampu menumbuhkan nilai-nilai pesantren sebagai fondasi membangun peradaban yang berintegritas.

PBAK tahun ini menjadi langkah awal mahasiswa baru dalam perjalanan akademik mereka, sekaligus pengingat bahwa identitas pesantren tetap menjadi nafas utama STAI Salafiyah Bangil dalam mencetak generasi berkarakter, berilmu, dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *