BANGIL, 15 Juni 2026 dalam malam peringatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram di Pondok Pesantren Putri Salafiyah 2 Bangil berlangsung meriah dan penuh bobot intelektual. Berbeda dari perayaan pada umumnya, mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salafiyah Bangil turut turun tangan memeriahkan panggung pentas seni dengan menampilkan orasi bakar semangat serta debat ilmiah yang mengupas tuntas pro dan kontra program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran para mahasiswi ini memberikan warna baru di tengah lingkungan pesantren. Mereka berhasil mengawinkan nilai-nilai santri yang santun dengan ketajaman berpikir kritis ala akademisi di hadapan ratusan santriwati dan jajaran pengasuh pondok pesantren.
Orasi Pembuka yang Membakar Semangat
Acara diawali dengan orasi ilmiah yang dibawakan secara berapi-api oleh perwakilan mahasiswi. Dalam orasinya, mereka menekankan pentingnya peran perempuan dan santriwati masa kini untuk tidak bersikap apatis terhadap kebijakan pemerintah. Orasi ini berhasil mematik perhatian penonton dan menjadi jembatan yang sempurna menuju sesi utama, yaitu debat publik.
Adu Argumen Panas: Pro vs Kontra MBG
Panggung pentas seni seketika berubah menjadi arena adu gagasan saat sesi debat dimulai. Dua tim mahasiswi saling berhadapan untuk membedah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari berbagai sudut pandang:
Tim Afirmasi (Pro)
Menekankan bahwa MBG adalah langkah konkret negara dalam memperbaiki gizi generasi muda, memutus mata rantai stunting, serta membantu meringankan beban ekonomi wali santri dan masyarakat kurang mampu.
Tim Oposisi (Kontra)
Mengkritisi dari sisi kesiapan anggaran negara (APBN), tantangan logistik distribusi makanan di daerah pelosok, hingga potensi ketidaktepatan sasaran yang memerlukan pengawasan super ketat.
> “Kami ingin menunjukkan di panggung Muharram ini bahwa santri putri dan mahasiswi STAI Salafiyah Bangil tidak hanya mengaji kitab kuning, tetapi juga melek terhadap isu-isu nasional yang sedang berkembang di luar sana,” ujar salah satu mahasiswi peserta debat.
Pihak pengasuh Pondok Pesantren Putri Salafiyah 2 Bangil pun memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Penampilan orasi dan debat ini dinilai sukses menjadi sarana edukasi yang menghibur (edutainment), sekaligus memicu motivasi para santriwati junior untuk terus belajar, berani berbicara di depan umum, dan memperluas wawasan kebangsaan.

Alhamdulillah….
Semangat