ston Inn Hotel Kota Batu, 30 Juli 2026 — Komitmen STAI Salafiyah Bangil dalam meningkatkan kualitas dan profesionalitas sumber daya manusia kembali ditunjukkan melalui keikutsertaan empat Dosen Tetap (DT) dalam Program Pengembangan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP).

Yudisium PKDP PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momentum penting bagi para peserta setelah menyelesaikan rangkaian program pengembangan kompetensi dosen.

 

Keempat dosen tersebut terdiri atas tiga Dosen Tetap dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) diantaranya Munawwaroh, M.Pd., Nur Amaliyah Hanum, M.Pd., dan Saidah, M.Pd serta satu Dosen Tetap dari Program Studi Ekonomi dan Keuangan Syariah (EKOS) yaitu Zumrotul Azizah, S.E., M.HI. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si. Dalam sambutannya, Rektor mengingatkan bahwa penyelesaian PKDP bukanlah akhir dari proses pengembangan diri seorang dosen. Sebaliknya, yudisium menjadi awal bagi para dosen untuk menjalankan amanah akademik dengan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab yang lebih kuat.

Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menekankan pentingnya tiga fondasi yang harus dimiliki seorang akademisi, yaitu spiritualitas dan religiositas, intelektualitas, serta akhlak.

Spiritualitas dan religiositas menjadi landasan moral dalam menjalankan amanah keilmuan. Sementara itu, intelektualitas menuntut seorang dosen untuk terus belajar, melakukan penelitian, memperluas wawasan, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Adapun akhlak menjadi karakter penting seorang dosen dalam berinteraksi dengan mahasiswa, sesama akademisi, tenaga kependidikan, dan masyarakat.

Ketiga fondasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebermanfaatan.

Perlunya para dosen memiliki growth mindset, yaitu pola pikir yang senantiasa terbuka terhadap pembelajaran, evaluasi, perubahan, dan pengembangan diri. Dosen dituntut untuk tidak berhenti pada kompetensi yang telah dimiliki. Dosen perlu terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran dan kegiatan akademik.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan sejumlah prinsip yang penting untuk menjadi perhatian para peserta PKDP dalam menjalankan profesinya sebagai dosen.

  1. Menjadi dosen yang berkualitas, dengan terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional.
  2. Mengedepankan profesionalitas dalam melaksanakan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Memiliki wawasan kebangsaan dan kemanusiaan, serta mampu menghargai keberagaman dalam kehidupan akademik.
  4. Berpikir visioner dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi dan perubahan zaman.
  5. Memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat, sehingga ilmu yang dikembangkan tidak berhenti di lingkungan kampus.
  6. Menjadi role model bagi mahasiswa, baik dalam aspek keilmuan maupun karakter.
  7. Menjaga spiritualitas dan religiositas sebagai landasan dalam menjalankan amanah akademik.

Kompetensi yang diperoleh melalui PKDP selanjutnya diharapkan dapat diimplementasikan dalam berbagai aktivitas akademik di STAI Salafiyah Bangil, mulai dari pengembangan pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan inovasi akademik.

STAI Salafiyah Bangil memandang bahwa kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pengembangan kompetensi dosen menjadi salah satu bagian strategis dalam mewujudkan tata kelola pendidikan tinggi yang profesional dan berorientasi pada mutu.

Keikutsertaan dosen dalam program nasional seperti PKDP PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus menjadi bentuk keseriusan STAI Salafiyah Bangil dalam memberikan ruang bagi dosen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensinya.

Yudisium PKDP Tahun 2026 menjadi menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh dalam kehidupan akademik.

Bagi STAI Salafiyah Bangil, empat Dosen Tetap yang mengikuti dan menyelesaikan PKDP di PTP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada mutu.

STAI Salafiyah Bangil — Membangun Akademisi Berkualitas, Menguatkan Budaya Mutu, dan Memberikan Dampak bagi Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *