PASURUAN – Dalam rangka menyukseskan gelaran akbar Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan sosialisasi intensif bertajuk Sosialisasi Program BPS dan Ngibar Sensus Ekonomi 2026. Mengusung semangat kolaborasi melalui program “BPS Go To Campus”, acara ini bertempat di Ruang Rapat Lantai 3, Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan UNU Pasuruan pada Selasa (26/05/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran perwakilan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Salah satu bentuk kontribusi nyata ditunjukkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salafiyah Bangil yang mengutus Surotul Lubna, M.E., untuk berpartisipasi aktif dalam menyelaraskan program data nasional ini dengan dunia akademik.

Dalam pemaparannya, pihak BPS Kabupaten Pasuruan menekankan betapa krusialnya validitas data ekonomi sebagai fondasi utama dalam mendukung perencanaan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Tidak hanya sekadar teori, para peserta juga dibekali dengan pendampingan teknis langsung melalui agenda Ngisi Bareng (Ngibar) SE2026 serta tata cara pengisian kuesioner yang tepat.

“Validitas data ekonomi sangat menentukan arah pembangunan kita ke depan. Melalui sinergi dengan perguruan tinggi, diharapkan literasi dan kesadaran akan pentingnya data ini bisa semakin masif,” ungkap perwakilan BPS dalam acara tersebut.

Selain fokus pada Sensus Ekonomi, BPS Kabupaten Pasuruan juga memperkenalkan dua program kemitraan strategis yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus, yaitu:

  • Program Pojok Statistik: Dirancang khusus sebagai pusat layanan data dan sarana literasi statistik di kampus untuk mendukung kebutuhan akademik, penelitian dosen, serta pengabdian masyarakat.

  • Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik): Program pembinaan khusus untuk desa demi meningkatkan kualitas pengelolaan serta pemanfaatan data statistik, sehingga pembangunan di tingkat desa berbasis pada data yang akurat.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan sangat dinamis, tertib, dan interaktif. Perwakilan dari berbagai kampus terlihat antusiasme tinggi saat sesi diskusi, terutama ketika mengupas mekanisme teknis pengisian data sensus ekonomi serta peluang implementasi program Pojok Statistik dan Desa Cantik di institusi mereka masing-masing.

Dengan adanya kolaborasi erat antara BPS dan dunia pemikiran (kampus), diharapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pasuruan dapat berjalan sukses, menghasilkan data yang akurat, serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat desa dan perkotaan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *