MALANG — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Salafiyah Bangil terus memperkuat komitmen dalam peningkatan mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui keikutsertaan dalam acara “Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan STAI Salafiyah Bangil dan beberapa instansi lain tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Pengembangan Lembaga dan Sumber Daya Manusia”, yang digelar pada Senin, 21 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB bertempat di Ruang Rektor Lt. 1 Gedung Rektorat Kampus I UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Agenda penting tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., beserta jajaran pimpinan dan staf. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Munawwaroh, M.Pd., hadir secara langsung mewakili Pimpinan STAI Salafiyah Bangil.


STAI SALAFIYAH BANGIL: Menegaskan Kepakaran Pesantren dan Visi Global

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian sambutan Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. dilanjutkan dengan sambutan  dari masing-masing perwakilan peserta kerja sama. Dalam sambutannya, Munawwaroh, M.Pd., memperkenalkan profil STAI Salafiyah Bangil sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis pesantren di Bangil, Pasuruan. Beliau menyampaikan harapan mendalam agar kerja sama bersama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini mampu mengoptimalkan dan membawa kepakaran berbasis pesantren ke tingkat yang lebih luas. “Melalui kolaborasi bersama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini, kami berharap dapat saling memperkuat dan mengoptimalkan potensi akademis. Mahasiswa STAI Salafiyah Bangil yang sebagian besar merupakan santri putri. Meskipun berlatar belakang pesantren, bersama UIN Malibra Malang, kami meyakini para mahasiswi ini sanggup memberikan kontribusi nyata serta membawa keberdampakan hingga ke ranah global. Hal ini merupakan bentuk reinterpretasi dan ejawantah dari nilai Ashluha tsabit wa far‘uha fis-sama’ — berakar kuat pada nilai-nilai tradisi keislaman pesantren, namun memiliki cabang dan kemanfaatan yang menjulang tinggi menembus batas dunia,” tegas Munawwaroh.

Sambutan Waket 1 STAI Salafiyah Bangil

Arahan Rektor UIN Malang, Prosesi Penandatanganan, dan Penyerahan Cinderamata

Selanjutnya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., memberikan arahan dan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Dalam arahannya, Ibu Rektor menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi serta dunia industri dalam menguatkan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dan akselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan. Beliau juga menegaskan bahwa UIN Malang merupakan kampus Ulul Albab yang tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual. Beliau berharap MoU ini segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi seluruh pihak.

Apresiasi dan Arahan Rektor UIN Malibra Malang

Setelah penyampaian arahan Rektor, acara dilanjutkan dengan sesi penandatanganan dokumen Nota Kesepahaman (MoU) secara resmi oleh para pihak. Suasana penuh kehangatan dan keakraban berlanjut pada prosesi penyerahan cinderamata berupa vandel serta penyerahan karya buku karya Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. kepada perwakilan pimpinan lembaga mitra.

Penanda tanganan Nota Kesepahaman STAI Salafiyah Bangil dan UIN Malang

Penyerahan Cindera Mata dan Buku

Diskusi Intensif Lanjutan Bersama Warek IV dan Katim Kerja Sama

Usai prosesi penandatanganan dan penyerahan cinderamata secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi intensif antara Wakil Ketua I STAI Salafiyah Bangil bersama Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., dan Ketua Tim (Katim) Kerja Sama UIN Malang.

Diskusi teknis ini berfokus pada pemetaan potensi program konkret, pemanfaatan sumber daya bersama, serta pematangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) operasional demi merealisasikan poin-poin kesepakatan.

Nota Kesepahaman yang disepakati untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ini mencakup ruang lingkup utama, meliputi:

  1. Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat: Kolaborasi pembelajaran, riset bersama (joint research), serta pengabdian masyarakat terpadu.
  2. Pengembangan Kelembagaan: Penguatan tata kelola, mutu manajemen, serta pertukaran pengalaman kelembagaan perguruan tinggi.
  3. Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM): Peningkatan kapasitas dan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Melalui kerja sama strategis ini, STAI Salafiyah Bangil optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, serta memberikan kemanfaatan akademis di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *